Jl. Tanah Baru Raya Gg. Anggrek No.80 Rt.002/Rw.005 Tanah Baru,Telp(021)292-08974,Hp (0812-1272-8678) Beji-Depok-16426

homeschoolingalamdepok@gmail.com

Berita

Mendampingi Siswa pada Masa Kehamilan

Assallamualaikum Bunda, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang suka duka mendampingi siswa pada masa kehamilan. Alhamdulillah masa kehamilan saya saat ini sudah masuk usia 32 minggu. Sudah mulai berat rasanya, cepat lelah, dan berasa semua badan terasa sakit. Namun, itu semua pasti akan dialami oleh seluruh ibu hamil jadi tetap saya nikmati masa – masa kehamilan. Kalau boleh jujur Bun, memasuki masa kehamilan tua ini saya ingin sekali rasanya mengambil cuti agar tidak lagi mengajar siswa. Karna semua terasa berat. Namun, saya berpikir ulang untuk niat tersebut, bukan hanya karena ini sebuah tanggung jawab tetapi karna saya merasa egois jika saya meninggalkan siswa yang sebentar lagi berjuang menghadapi Ujian Nasional. Ya benar saja Bun, sebentar lagi siswa mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Apakah mungkin saya tidak mendampingi mereka disaat mereka sedang berjuang? Hehehe.. bisa saja mereka didampingi oleh guru lain yang ada di HSA, namun mereka selalu bicara kepada saya agar saya mendampingi mereka sampai mereka lulus. Itulah yang menjadi penyemangat saya saat saya merasa sangat lelah. Seperti halnya try out ke -3 ini. Selama tiga hari saya mendampingi mereka mengikuti try out di sekolah Beji 5. Saya mendampini mereka dari jam 07.00 sampai jam 10.00 pagi. Dan saya selalu menunggu mereka di Masjid dekat sekolah Beji 5. Dengan fisik yang sudah tidak lagi kuat, menunggu saja menjadi sangat berat. Bagaimana tidak, untuk duduk saja pinggang, rusuk belakang, bahkan kepala kadang terasa sakit. Itulah nikmatnya menunggu pada masa kehamilan. Hehhee.. Nah sekarang kita bahas soal akademisnya ya Bun. Tidak dipungkiri selama kehamilan, saya menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Saat saya sedang mengajar, lalu siswa malah bercanda kadang itu membuat saya sangat marah. Dan membuat saya kadang berpikir masa bodo’. Mau mereka meresap ilmu yang saya berikan atau tidak, toh tidak jadi masalah buat saya. Namun lagi – lagi saya tidak tega, apalagi kalau melihat hasil nilai try out mereka yang tidak memuaskan. Bagaimanapun juga saya harus membuat mereka mengerti apa yang saya ajarkan. Jika apa yang saya ajarkan tidak dimengerti oleh mereka, saya memakai metode tugas berlipat. Hehhee.. alias memberika mereka tugas dirumah, agar mereka mengerjakan dan latihan soal – soal tersebut. Dengan begitu saya berharap, misalkan saya tidak mengajar dengan maksimal kepada mereka, minimal mereka dapat melatih diri mereka sendiri dengan soal – soal tersebut. Demikian cerita suka duka saya dalam mendampingi siswa pada masa kehamilan. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan pada masa kehamilan ini. Yang paling utama adalah rasa sabar, dan cara menghilangkan perasaan jenuh serta egois yang ada pada diri saya. Itu semua karena saya merasa bahwa mendampingi siswa dan mengajar adalah tanggung jawab saya sebagai seorang guru. saya berharap semoga ilmu danpengajaran yang saya berikan kepada siswa bermanfaat walaupun tidak semaksimal sebelum hamil dulu. Wasallam

Komentar via Facebook

Kembali ke atas