CHAT VIA WHATSAPP

Jl. Tanah Baru Raya Gg. Anggrek No.80 Rt.002/Rw.005 Tanah Baru,Telp(021)292-08974,Hp (0812-1272-8678) Beji-Depok-16426

homeschoolingalamdepok@gmail.com

Berita

Field Trip to Badui

 

Kali ini field trip siswa SMP dan SMA Homeschooling Alam berbeda dengan field trip sebelumnya. Siswa SMP dan SMA berkunjung ke suku adat Badui yang berlokasi di Lebak, Banten. Kenapa harus suku Badui?. Suku Badui dikenal dengan pikukuhnya terhadap alam yang begitu luar biasa. Harapannya para siswa dapat belajar bagaimana menjaga dan mencintai alam dari masyarakat Badui.

Mayoritas Suku Badui menetap di Desa Kanekes, Leuwidamar. Menurut Wikipedia, Suku Badui secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu (badui dalam), panamping (badui luar) dan dangka (suku badui yang tinggal di luar desa Kanekes). Warga ‘badui dalam’ menempati tiga kampung yaitu Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik.

Field trip dilaksanakan pada Jum’at-Sabtu, 21-22 Juni 2019. Para siswa berkunjung ke masyarakat ‘Badui Dalam’ yang bertempat tinggal di Cibeo. Perjalanan dimulai dari Stasiun Depok Baru kemudian berhenti di Stasiun Rangkas Bitung. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan elf menuju Cijahe. Cijahe adalah lokasi terakhir yang bisa di tempuh menggunakan transportasi. Selanjutnya, ditempuh dengan jalan kaki sekitar 2-3 jam. Perjalanan menuju Cibeo tentunya melelahkan, tetapi rasa lelah tertutupi dengan keindahan alam disekitarnya. Yang menambah perjalanan lebih seru lagi adalah melewati sungai tanpa jembatan. Jadi, kami rela basah-basahan untuk melewati sungai. Hal ini, tentunya tidak akan kami temui di daerah perkotaan seperti Depok.

  

Para siswa menginap semalaman di rumah warga ‘badui dalam’. Merasakan suasana kehidupan mereka. Bagaimana mereka mandi di sungai, tidak menggunakan sabun atau shampoo berbahan kimia, tidak menggunakan pasta gigi, tidur hanya dengan alas tikar, tidur hanya ditemani cahaya obor tanpa listrik, merasakan hening dan dinginnya suasana malam di Cibeo. Hal yang menarik lainnya adalah hidup tanpa handphone. Ternyata siswa yang biasanya tidur paling cepet jam 24.00 WIB, mereka bisa tidur setelah isya. Bukan hanya karena perjalanan yang melelahkan saja, tetapi setelah maghrib sudah tidak ada kegiatan apapun di Badui Dalam dan memainkan handphone pun tidak diperbolehkan.

Banyak hal yang bisa kami pelajari dari masyarakat ‘Badui Dalam’, bukan hanya tentang menjaga dan mencintai alam saja. Tetapi tentang pendidikan, perekonomian, hidup bersosialisasi bahkan tentang keimanan dari masyarakat Badui. Dari segi pendidikan, siswa Homeschooling Alam takjub dengan anak-anak yang masih berusia belia tetapi bisa mengerjakan segala pekerjaan orang dewasa, mulai dari mengambil air, membersihkan ikan, memasak dsb. Mereka kaget dengan golok besar yang terikat di pinggang setiap anak badui. “kok bisa yah, anak sekecil ini boleh megang golok besar?. Kita mah waktu kecil, pisau aja masih diwanti-wanti sama orangtua”, ucap salah satu siswa. Ternyata memang setiap orang tua di masyarakat Badui mengajarkan hidup mandiri sedini mungkin. Mereka pun bisa loh membaca. Karena memang diajarkan oleh orangtuanya.

 

Dari segi perekonomian, ternyata mereka tidak seprimitif yang kami bayangkan. Dari dulu mereka sudah mengenal yang namanya bisnis atau usaha untuk mendapatkan uang. Mereka berjualan madu, aksesoris, dan ada jasa mengangkut barang dari Cijahe menuju Cibeo. Siswa Homeschooling Alam juga belajar bagaimana hidup rukun antar warga Badui. Akan jarang kita temui warga badui yang bertengkar. Hidup bergotong-royong pun sangat kental di masyarakat Badui. Sosialisasi mereka dengan warga luar badui pun sangat oke. Banyak masyarakat badui yang pergi ke kota besar seperti Jakarta, Depok, bahkan ke Bandung dengan berjalan kaki berhari-hari hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka tentang dunia luar. Dari perjalanan itulah mereka bertemu dan berteman dnegan banyak orang.

 Tentang agama pun kita bisa belajar kepada mereka. Bukan mempelajari apa yang mereka yakini, tetapi belajar mempertahankan keimanan. Kenapa bisa masyarakat badui masih bertahan di era modernisasi ini? karena keimanan mereka kepada leluhurnya.

Jadi, banyak aspek yang dipelajari siswa Homeschooling Alam dari masyarakat Badui. Siswa pun mengatakan salut untuk masyarakat badui. Siswa terpesona dengan keseharian masyarakat Badui. Bahkan siswa senang sekali mandi di sungai. Pengalaman kami yang begitu menarik, tak terlupakan, dan penuh hikmah.

Mau mencoba aneka kegiatan belajar yang seru dan menyenangkan?

Segera berkunjung ke Homeschooling Alam Depok di Hl. Karya Bakti atau Hubungi kontak (021) 292 08974 / 081212728678

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian



semua download

Download

Polling

Darimana anda mengetahui website ini?
Spanduk
Media televisi
Media cetak
Mencari di Internet
Teman
Keluarga

Lihat

Statistik Pengunjung

291925

Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 291925

Hits hari ini : 406
Total hits : 939113

Pengunjung Online : 2