Jl. Tanah Baru Raya Gg. Anggrek No.80 Rt.002/Rw.005 Tanah Baru,Telp 0878-78399777, Beji-Depok-16426

[email protected]

Berita

Mengajarkan anak berpuasa

Allahumma Baariklanaa fii Rajaba wa Sya’ban wa Balighnaa Ramadhan.
Tidak terasa sekarang sudah bulan rajab artinya kurang 2 bulan lagi bulan Ramadhan kan menjelang. Mengajari si kecil kita berlatih puasa tentu bukan perkara mudah. Oleh karena itu, perlu kiat-kiat khusus yang harus dipersiapkan oleh kita para orang tua.
Pengalaman pertama mengajak si abang berpuasa saat ia berada di kelas TK sungguh pengalaman yang mendebarkan sekaligus seru…tantangannya luar biasa besar. Butuh azzam yang kuat untuk mendidik dan memberikan pelajaran tentang puasa.
Berikut tips-tips mengajarkan si abang puasa saat itu :
1. Kompak
Ayah dan ibu mesti kompak dalam menguatkan anak berpuasa sebab jika ada salah satu atau salah dua pihak yang merasa ‘trenyuh dan kasihan’ melihat anaknya ‘mengerang kelaparan’. Alhasil anak yang merengek minta buka puasa akan dikabulkan.
2. Bacakan buku cerita anak tentang puasa.
Bulan Rajab dan Sya’ban adalah bulan-bulan yang tepat untuk mendoktrin anak tentang keutamaan puasa. Gunakan buku cerita bergambar yang menarik, full colour dengan efek eye catching kemudian orang tua membacanya dengan penuh ekspresif dalam bercerita…misalnya saat menggambarkan setan-setan yang dibelenggu pada bulan Ramadhan dan disiapkannya pintu khusus Baburrayyan untuk masuk surga orang yang berpuasa. Itu adalah session yang sering minta diulang-ulang oleh anak-anak.
3. Menghias rumah
Ramadhan seperti tamu agung yang harus disiapkan penyambutannya. Ajak anak untuk menghiasi rumah sebagai tanda suka cita menyambut ramadhan
4. Peran si Mbak (khadimat)di rumah
Si mbak juga perlu ditraining agar bisa mendampingi anak yang berpuasa di saat ayah&ibu sedang bekerja. Apalagi saat jam 10 sampai jam 14 merupakan jam-jam kritis bagi anak. Biasanya si Mbak membujuk abang tidur untuk melupakan laparnya.
5. Ambil cuti pada hari pertama puasa
Hari pertama puasa bagi siapa pun juga pasti terasa berat. Oleh karena itu, sebisanya ayah&ibu atau ayah bahkan sungguh baik jika keduanya berada di rumah untuk menemani buah hati belajar puasa apalagi jika sambil mengerjakan sesuatu yang bermanfaat&mengasyikkan..misalkan berkreasi dengan aneka bahan.
6. Belajar puasa bertahap
Anak memang tidak boleh terlalu dipaksakan puasa, tergantung kondisi kesehatannya. Boleh tidak langsung full satu hari, tetapi buatlah jadwal kapan mereka boleh berbuka, misalnya jam 10 pagi, jam 12 siang dan jam 15 sore. Jangan paksakan anak berpuasa full, karena menuruti kehendak kita apalagi mendengarkan perkataan tetangga. Padahal jelas yang memahami karakter fisik anak kita adalah kita sendiri sebagai orangtuanya.
7. Persiapkan fisik dan mental anak
Bunda…mengajarkan anak puasa di usia dini saat dia sekolah TK terkadang godaan muncul dari kawan-kawannya di sekolah. Oleh karena itu, persiapkan anak untuk bisa menyampaikan bahwa ia sedang berpuasa meskipun kawan-kawannya itu makan minum di sekolah. Lalu, jangan lupa sampaikan juga ke gurunya kalau si kecil lagi dilatih berpuasa agar beliau membantu meminimalisir godaan
8. Menghadiahi mainan (reward)
Bolehlah untuk mengimingi hadiah bagi si kecil jika dia berhasil puasa dengan sewajarnya. Pada tahap tertentu anak harus diajarkan bahwa ia berpuasa bukan karena hadiah
9. Sahur yang menyenangkan
Membangunkan anak yang tidur untuk sahur sangat susaaaah sekaaali. Oleh karena itu, siapkan makanan yang paling diinginkannya dengan memperhatikan kualitas dan gizi. Tapi, saat menghadapi abang yang tidak mau membuka mata untuk sahur saya pernah bujuk dengan menu indomie…waaah langsung mau sahur??? Jangan sering-sering ya…(maklum makan indomie durasinya dijatah…hehehe).
10. Berbuka yang menyenangkan
Siapkan makanan yang paling disenanginya….sampaikan betapa nikmatnya orang yang berbuka. Jika sempat lakukan berbuka bersama di luar rumah, agar anak mendapatkan suasana yang berbeda, silaturahim dengan keluarga, tetangga, atau orang lain. Sesekali kami mengajak abang untuk berbuka di acara berbuka puasa tetangga kompleks rumah, mall (sekalian berbelanja) dan Saung Mang Engkin (pada hari terakhir bulan Ramadhan).
11. Ummi yang lagi tidak puasa tetap terlihat puasa ya…
Mudah-mudahan abang, mbak, dan adek senang berpuasa…

Komentar via Facebook

Kembali ke atas